Ternak Sapi Tanpa Ngarit dan Kandang, Modal Kecil di Bawah 20 Juta, Begini Caranya!

SEMANGATNYA.COM – Cara ternak sapi tanpa ngarit dan kandang mungkin menjadi pilihan beberapa orang.

Ternak sapi merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan, dan bisa dikatakan sebagai investasi juga.

Namun, banyak orang yang tidak berani memutuskan untuk bisnis ternak sapi karena ada beberapa kendala.

Beberapa kendala di antaranya adalah modal, tempat untuk kandang, hingga waktu untuk mengurus sapi.

LAGI VIRAL: Tanda-tanda Orang Sukses Bisa Dilihat dari Wajah, Salah Satunya Bentuk Alis

Akan tetapi jangan khawatir, di unggahan SEMANGATNYA.COM kali ini, dibahas cara ternak sapi tanpa ngarit dan kandang menggunakan modal kecil.

Cara ternak sapi tanpa ngarit dan kandang

Ngarit atau mencari pakan sapi/rumput adalah suatu hal yang harus dilakukan jika ingin memelihara sapi.

Dan kandang sudah seharusnya dimiliki para pemelihara sapi.

cara ternak sapi/Pixabay.com/ChiemSeherin

Akan tetapi, beberapa orang yang ingin terjun ke dunia tenak sapi tidak ada kandang dan waktu untuk ngarit.

Lantas bagaimana caranya agar bisa tetap melakukan bisnis ternak sapi? Caranya adalah dengan cara mencari peternak lain.

Jika sudah menemukan peternak lain, ajak kerjasama untuk memelihara sapi, hal ini sangat familiar di Jatim dan beberapa daerah lain.

Keuntungan cara ini adalah modal minim, karena kita tidak harus membuat kandang yang memakan modal cukup besar.

Terkait cara kerjasama dengan peternak lain dan modal yang harus dikeluarkan, simak penjelasan di bawah ini.

Cara ternak sapi modal kecil

Menyuruh peternak lain untuk memlihara sapi adalah salah satu cara ternak sapi modal kecil.

Berdasarkan pengalaman penulis, modal yang dikeluarkan di bawah Rp20 juta.

Jadi, peternak sapi yang kisa suruh memelihara nantinya akan kita beri modal untuk beli sapi.

Keuntungan akan didapat oleh pemodal dan peternak sapi saat sapi sudah besar dan bisa dijual.

Berdasarkan pengalaman di daerah penulis yakni Jawa Timur, sistem bagi hasil dengan peternak bisa 50-50 atau 60-40.

Bagi hasil 50-50 artinya keuntungan bersih dari penjualan sapi akan dibagi untuk pemodal dan peternak.

Namun untuk bagi hasil 50-50, pemodal harus siap menyuplai vitamin dan beberapa hal yang dibutuhkan selama masa pemeliharaan sapi.

Sedangkan untuk bagi hasil 60-40, pemodal akan mendapatkan 40 persen dari keuntungan bersih penjualan sapi.

Dan untuk peternak akan mendapatkan 60 persen keuntungan bersih penjualan sapi.

Pada hasil bagi 60-40 ini, pemodal tidak perlu menyuplai apapun saat masa pemerliharaan sapi, karena sudah ditanggung peternak.

Berikut rincian modal dan keuntungannya

Sistem bagi hasil 50-50

Harga sapi muda: Rp15.000.000 (modal awal)

Harga jual sapi jika sudah laku: Rp25.000.000

Keuntungan bersih: harga jual dikurangi modal = Rp10.000.000

Keuntungan untuk pemodal: Rp5.000.000 (balik modal Rp15.000.000)

Keuntungan untuk peternak: Rp5.000.000

Sistem bagi hasil 60-40

Harga sapi muda: Rp15.000.000 (modal awal)

Harga jual sapi jika sudah laku: Rp25.000.000

Keuntungan bersih: harga jual dikurangi modal = Rp10.000.000

Keuntungan untuk pemodal: Rp4.000.000 (balik modal Rp15.000.000)

Keuntungan untuk peternak: Rp6.000.000 (60 persen dari keuntungan bersih untuk peternak)

Sebenarnya dua sistem bagi hasil di atas juga bisa diubah tergantung kesepakatan antara pemodal dan peternak.

Itulah ulasan informasi terkati cara ternak sapi tanpa ngarit dan tanpa kandang menggunakan modal kecil. >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *